Keunggulan Bahan Bakar Gas dalam Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor menjadi isu lingkungan dan kesehatan yang mendesak di banyak kota besar di dunia, termasuk di Indonesia.
Sementara dunia bergerak menuju elektrifikasi total, Bahan Bakar Gas (BBG), dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) justru menawarkan solusi transisional yang sangat efektif dan segera dapat diterapkan untuk mengurangi jejak karbon dan polusi lokal dari sektor transportasi.
Perlu pemahaman terhadap keunggulan BBG dengan baik untuk bisa mengakselerasi adopsi teknologi yang lebih bersih ini.
Profil Emisi yang Jauh Lebih Bersih
Keunggulan utama BBG, terutama CNG yang didominasi oleh metana (CH4) terletak pada komposisi kimianya yang sederhana dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) cair seperti bensin atau diesel.
Pengurangan Sulfur Oksida (SOx) dan Partikulat
BBG hampir tidak mengandung sulfur. Pembakaran BBM, terutama diesel, menghasilkan sejumlah besar SOx yang merupakan penyebab utama hujan asam dan pembentukan polusi partikulat halus (PM 2.5). Dengan menggunakan BBG, emisi SOx praktis tereliminasi.
BBG juga memiliki pembakaran yang jauh lebih bersih. Kendaraan berbahan bakar diesel dikenal menghasilkan Particulate Matter (PM) dalam jumlah besar, yang sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan. Kendaraan berbahan bakar gas menghasilkan PM hingga 90% lebih rendah dibandingkan diesel.
Emisi Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon yang Belum Terbakar
Proses pembakaran BBG yang lebih efisien menghasilkan tingkat Karbon Monoksida (CO) yang jauh lebih rendah. CO adalah gas beracun yang merupakan polutan udara berbahaya di perkotaan.
Emisi Hidrokarbon (HC) yang belum terbakar juga berkurang. Meskipun metana sendiri adalah GRK yang kuat, emisi metana dari kendaraan yang dikonversi dengan sistem yang baik dapat dikelola dan secara keseluruhan, emisi HC yang menyebabkan kabut asap (smog) berkurang secara signifikan.
Kontribusi Terhadap Perubahan Iklim (GRK)
Dibandingkan dengan bensin atau diesel, pembakaran BBG menghasilkan Karbon Dioksida (CO2) yang lebih rendah per unit energi. Karena metana adalah molekul hidrokarbon paling sederhana, ia memiliki rasio hidrogen-terhadap-karbon tertinggi.
Ini berarti bahwa untuk setiap joule energi yang dihasilkan, jumlah atom karbon yang dilepaskan dalam bentuk CO2 menjadi lebih sedikit. Dalam upaya mengatasi perubahan iklim, pengurangan emisi CO2 dari sektor transportasi melalui BBG memberikan kontribusi yang berarti.
Kemudahan dan Keunggulan Operasional
Adopsi BBG tidak hanya didorong oleh keunggulan lingkungan, tetapi juga oleh manfaat operasional dan ekonomi. Beberapa keunggulan operasional dari BBG, antara lain:
Biaya Bahan Bakar yang Kompetitif
Di banyak negara, harga CNG dan LPG secara signifikan lebih rendah daripada harga bensin atau diesel (setelah disubsidi atau tidak). Perbedaan harga ini memberikan insentif ekonomi yang kuat bagi operator armada taksi, bus, dan angkutan barang untuk beralih.
Penghematan biaya bahan bakar dapat dengan cepat menutupi biaya investasi awal untuk konversi atau pembelian kendaraan berbahan bakar gas.
Transisi yang Fleksibel
Kendaraan berbahan bakar bensin yang sudah ada dapat dengan relatif mudah di-retrofit (dikonversi) untuk menggunakan BBG, memungkinkan penggunaan sistem bi-fuel (bensin dan gas).
Ini memberikan fleksibilitas kepada operator armada untuk beralih ke gas saat tersedia dan menggunakan bensin sebagai cadangan.
Karakteristik pembakaran BBG juga lebih bersih dan sedikitnya pembentukan jelaga dan residu dapat memperpanjang interval penggantian oli dan secara umum meningkatkan umur komponen mesin.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun memiliki keunggulan, adopsi BBG masih menghadapi tantangan infrastruktur dan persepsi yang serius, seperti:
- Infrastruktur pengisian SPBG yang terbatas adalah hambatan utama, terutama di luar kota-kota besar. Pemerintah perlu berinvestasi dalam perluasan infrastruktur distribusi gas.
- Kapasitas tangki CNG juga cenderung membatasi jarak tempuh dibandingkan tangki bensin berukuran sama dan tangki BBG memakan ruang yang relatif besar di bagasi kendaraan penumpang.
- Masih ada kekhawatiran keamanan mengenai keamanan tangki bertekanan tinggi (CNG). Ini artinya, dibutuhkan edukasi dan standar kualitas instalasi yang ketat sangat penting.
Bahan Bakar Gas (BBG) mewakili langkah maju yang cerdas dan pragmatis dalam upaya mengurangi polusi udara perkotaan dan emisi GRK dari sektor transportasi.
Dengan profil emisi yang jauh lebih rendah, terutama dalam hal SOx dan partikulat, serta keunggulan biaya operasional, BBG menawarkan jembatan yang efektif menuju mobilitas rendah karbon di masa depan.
Bagi negara-negara yang berjuang melawan kabut asap dan emisi padat, percepatan pembangunan infrastruktur SPBG dan insentif konversi adalah investasi vital yang akan memberikan manfaat kesehatan publik dan iklim secara instan.



